Jumat, 24 Februari 2012

Batik Lasem di Jakarta

Anda Mencari Batik lasem di Jakarta silahkan hubungi sentra batik lasem, batik lasem memang tergolong batik yang sangat unik sehingga banyak warga jakarta terutama kalangan kolektor batik. batik lasem di jakarta memang agak langka tetapi kami melayani penjualan secara Online atau ofline sampai di jakarta baik jakarta pusat, jakarta utara serta jakarta timur dan bekasi. batik tulis lasem memang sangat berbeda dengan batik-batik yang berasal dari daerah lainnya selain batik lasem ini makin lama makin bagus batik lasem ini tersedia dalam berbagai motif, kami melayani pemjualan secara Grosir dan Eceran untuk informasi penjualan batik di Jakarta dan sekitarnya silahkan anda kinjungi Sentra Batik Lasem

Batik Laseman

Batik Laseman atau yang dikenal dengan batik tulis lasem adalah jenis batik yang sudah ada sejak tahun 1314 M atau sejak kedatangannya  Laksamana cheng ho batik laseman ini memang tergolong batik yang bagus serta batik yang elegan. Batik Laseman sangat diminati oleh para colektor baik baik dari indonesia sendiri maupun dari manca negara karna batik laseman ini pernah mengalami masa kejayaannya sehingga sampai di Ekspor ke tailand dan Taiwan pada abad XIX. batik laseman ini memiliki beberapa motif antara lain Motif bunga yang disebut dengan Motif Sekar seperti batik lasem sekar jagad, batik lasem siang malam, serta batik laseman dengan motif lainnya seperti motif parang, batik laseman motif kawung, batik laseman motif krecak dan lain sebagainya untuk informasi batik laseman dengan berbagai macam Jenis silahkan anda kunjungi Sentra Batik Lasem

Rabu, 22 Februari 2012

Batik Tulis Lasem Lok Can

Batik Lasem Lok Can sangat familiar di komunitas pecinta batik nusantara. Batik Lasem Lok Can bernilai seni tinggi dan sarat dengan makna filosofis kehidupan. Wajar jika para kolektor batik selalu memburu Batik Lasem Lok Can.
Batik Lasem Lok Can awalnya selalu dibuat berbahan sutera (bahasa Cina: Can = sutera). Warna motif dominan biru, khususnya biru muda (bahasa Cina: Lok = biru), dan warna latar belakang putih atau krem.
Namun kini, banyak dijumpai Batik Lasem Lok Can berbahan katun primis super halus dengan variasi warna yang semakin menarik dan terjangkau harganya.
Ornamen utama motif Batik Lasem Lok Can sesungguhnya berupa stailisasi burung hong (phoenix). Meski adakalanya dimodifikasi dengan motif burung kecil, seperti wallet atau sriti, yang banyak terdapat di Lasem. Stailisasi The Phoenix selalu diharmonisasikan dengan motif flora dan bahkan fauna.
Selain bernilai artstic estetis, Batik Lasem Lok Can memiliki makna sosial filosofis. Burung Phoenix (Hong) melambangkan kebajikan, prestasi, dan keabadian.
Jadi, jika Anda menginginkan aura kebajikan dan prestasi selalu terpatri di dalam aura pribadi Anda, sering-seringlah berbusana Batik Lasem Lok Can.
Busana Batik Lasem Lok Can membantu memotivasi Anda untuk menjadi pribadi plus yang penuh kebajikan dan berprestasi moncer. Amien.

Sejarah Batik Tulis Lasem

Sejarah Batik Lasem erat hubungannya dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho pada tahun 1413. Babad Lasem karangan Mpu Santri Badra di tahun 1401 Saka ( 1479 M,), ditulis ulang oleh R Panji Kamzah tahun 1858 menyebutkan, anak buah kapal Dhang Puhawang Tzeng Ho dari Negara Tiong Hwa, Bi Nang Un dan istrinya Na Li Ni memilih menetap di Bonag setelah melihat keindahan alam Jawa.
Di tempat mukim baru ini, Na Li Ni mulai membatik bermotifkan burung hong, liong, bunga seruni, banji, mata uang dan warna merah darah ayam khas Tiong Hwa. Motif ini menjadi ciri khas unik Batik Lasem.
Keunikan Batik Lasem itu mendapat tempat penting di dunia perdagangan. Pedagang antarpulau dengan kapal kemudian mengirim Batik Lasem ke seluruh wilayah Nusantara. Bahkan diawal abad XIX Batik Lasem sempat diekspor ke
Thailand dan Suriname. Batik Lasem memasuki masa kejayaan.
Booming Batik Lasem membuat perajin menjadi semakin kreatif. Motif baru seperti latohan, gunung ringgit, kricakan atau watu pecah bermunculan. Syahdan perajin menciptakan motif kricakan karena terinspirasi penderitaan rakyat saat harus memecah batu-batu besar untuk dibuat jalan raya pos oleh Daendels.
Batik Lasem terus menorehkan catatan emas hingga jelang berakhirnya penjajahan kolonial. Para pengusaha Batik Lasem yang berasal dari kalangan Tionghoa mendapat tempat istimewa di penduduk pribumi karena membuka lapangan kerja yang banyak.
Masa kejayaan batik yang menjadi ikon pembauran budaya Jawa dan Cina itu mulai menyurut tahun 1950-an. Penyebab utama kemunduran Batik Lasem adalah karena terdesak oleh maraknya batik cap di berbagai daerah. Selain itu, juga dikarenakan kondisi politik yang menyudutkan etnis Cina yang merupakan penguasa perdagangan Batik Lasem.
Menurut data Forum Economic Development (Fedep) Rembang, tahun 1950-an ada sekitar 140 pengusaha Batik Lasem. Tahun 1970-an jumlahnya merosot hingga tinggal separo. Puncaknya tahun 1980-an pengusaha Batik Lasem hanya tinggal mencapai 7 orang saja yang aktif. Selanjutnya perkembangan Batik Lasem terus mengalami pasang dan surut.

Batik Tulis Lasem Naga

Batik Lasem tidak bisa lepas dari invansi makhluk mitologi bernama naga. The Dragon selalu datang, meliuk dalam ornamen utama motif Batik Lasem. Keberadaan ular raksasa ganas ini tidak membahayakan. Sang Naga justru memoncerkan eleganitas keindahan Batik Lasem. Ornamen Naga menjadi bagian penting dari keanekaragaman motif Batik Lasem, karena eksotismenya mampu memperkokoh ekesitensi Batik Lasem.
Terbukti, Batik Lasem Naga, khususnya batik lawas/batik kuno, menjadi salah satu motif batik pesisiran yang diburu kolektor batik art.
Batik Lasem Naga memiliki karakteristik yang berbeda dengan batik naga dari daerah lain. Dari detail ornament The Dragons, tampak jelas, Batik Lasem Naga sangat orientalis. Tampilan naga dengan tanduk, sungut, dan cakar, menandakan Liong atau Lung begitu dominatif.
Dominasi Liong dipertegas stailisasi Kilin yang bersuka ria memperebutkan bola api di tumpal. Isen-isen Phoenix atau Burung Hong yang bersimbiosis dengan aneka flora semakin memperdalam eksistensi Lung dalam ragam hias Batik Lasem.
Filosofisasi Liong dalam Batik Lasem tidak bisa dipungkiri. Selain sarat nilai seni yang tinggi, Batik Lasem Naga diintepretasikan sebagai refleksi harapan-harapan mulia, serta simbolisasi perjalanan spiritualisme.
Dalam tradisi Cina, Naga berkaitan erat dengan sumber kekuatan alam. Wajar jika akhirnya Sang Naga selalu melambangkan kekuatan alam yang maha dahsyat layaknya angin taufan.
Tidak hanya itu, Naga juga dipersonifikasi sebagai penjelmaan roh orang suci yang belum bisa masuk surga. Roh orang suci menjelma menjadi Naga kecil yang masuk ke bumi untuk tidur dan meditasi dalam waktu lama. Setelah tubuh tumbuh membesar, Naga bangun, bangkit, dan terbang ke surga.
Warna Naga juga bermakna filosofis. Naga Merah, Naga Biru, Naga Putih, hingga mencapai Naga Emas, merupakan simbolisasi stratifikasi spritualisme. Perbedaan warna naga bermakna perjalanan langkah demi langkah menuju nirwana.
Namun, Batik Lasem Naga tetaplah multi tafsir. Stailisasi dan visualisasi Naga dalam ornamen utama motif Batik Lasem selalu terbuka bagi tumbuh berkembangnya intepretasi lintas tradisi.
Setiap orang, termasuk Anda, bebas mengapresiasi Batik Lasem Naga dari segala perspektif. So, Batik Lasem Naga memang layak untuk dikoleksi. Informasi lebih lengkapnya silahkan anda kunjungi   Batik lasem Naga